1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail

Polbeng ditunjuk menjadi kordinator tracer study pendidikan vokasi wilayah

image description

Untuk perkembangan pendidikan Vokasi kedepan di Wilayah Riau, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi memberikan kepercayaan kepada Politeknik Nageri Bengkalis untuk menjadi koordinator Tracer Studi untuk Pendidikan Vokasi Politeknik, SMK, dan LPK/Lembaga Pelatihan Kursus di Wilayah Riau.

Pernah sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi memberikan kesempatan kepada Politeknik yang ada di Wilayah Riau untuk membentuk dan menunjuk satu orang Pejabat yang kompeten untuk menjadi koordinator di wilayahnya, dari hasil rapat tersebut maka Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) yang mendapat kepercayaan tersebut.

Atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Polbeng tersebut, maka Direktur Polbeng Johny Custer, ST, MT berdasarkan hasil rapat menunjuk Nurul Fahmi, MT sebagai Ketua kordinator Tracer Study untuk Wilayah Riau.

Johny berharap kepada yang ditunjuk agar bisa menjalankan amanah ini dengan baik, kerena kepercayaan yang sangat berharga ini kita dapatkan tak semudah membalikan telapak tangan, semua butuh proses dan dukungan kita semua, khususnya dukungan dari pejabat yang ada di Polbeng ini, ungkapnya Rabu (27/10/2020).

Ditempat terpisah Wakil Direktur III Akmal Indra juga telah menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan kepada Polbeng ini, “Alhamdulillah, kita telah ditunjuk sebagai Koordinator Tracer Studi untuk Pendidikan Vokasi, Politeknik, SMK dan LPK wilayah Riau.” Semoga apa yang kita dapat bisa dilaksanakan Amanah, baik dan lancar.

Program Vokasi adalah program pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga yang dapat menetapkan keahlian dan ketrampilan di bidangnya, siap kerja dan mampu bersaing secara global.

Secara umum pendidikan vokasi (program diploma) bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan tenaga ahli profesional dalam menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan teknologi dan atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Secara khusus, program diploma III diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang menguasai kemampuan dalam bidang kerja tertentu sehingga dapat langsung diserap sebagai tenaga kerja di industri/swasta, lembaga pemerintah atau berwiraswasta secara mandiri, hal ini karena beban pengajaran pada program pendidikan vokasi telah disusun lebih mengutamakan beban mata kuliah ketrampilan dibandingkan dengan beban mata kuliah teori.

 
share: